Assalamualaikum

Laman

Sabtu, 31 Desember 2011

GMP dan HACCP


GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP)

   GMP merupakan suatu pedoman bagi industri terutama industri yang terkait dengan pangan, kosmetik, farmasi dan peralatan medis (medical devices) untuk meningkatkan mutu hasil produksinya terutama terkait dengan keamanan dan keselamatan konsumen yang mengkonsumsi atau menggunakan produk-produknya.
Dengan menerapkan CPMB diharapkan produsen pangan dapat menghasilkan produk makanan yang bermutu, aman dikonsumsi dan sesuai dengan tuntutan konsumen, bukan hanya konsumen lokal tetapi juga konsumen global (Fardiaz, 1997) 
Keuntungan dari penerapan GMP :
·         Menjamin keamanan produk yang dihasilkan industri
·         Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan
·         Meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi
·         Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
·         Menjamin sistem perbaikan yang berkesinambungan 
·             Sebagai media untuk pengambilan keputusan yang faktual


HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP)

      Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) merupakan suatu system yang mengidentifikasi Bahaya Spesifik yang mungkin timbul dan cara pencegahannya untuk mengendalikan bahaya tersebut.

Tujuan HACCP
Umum :  Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit melalui makanan (“Food borne disease”).
Khusus :
•Mengevaluasi cara produksi makanan yang  berbahaya
•Memperbaiki cara produksi makanan critical process
•Memantau dan mengevaluasi penanganan, pengolahan, sanitasi 
•Meningkatkan inspeksi mandiri

Kegunaan HACCP
  1. Mencegah penarikan makanan  
  2. Meningkatkan jaminan Food Safety Pembenahan dan “pembersihan” unit pengolahan (produksi)
  3. Mencegah kehilangan konsumen / menurunnya  pasien
  4. Meningkatkan kepercayaan konsumen / pasien
  5. Mencegah pemborosan biaya
7 Prinsip HACCP
1.      Identifikasi bahaya
2.      Penetapan CCP
3.      Penetapan batas / limit kritis
4.      Pemantauan CCP
5.      Tindakan koreksi thd penyimpangan
6.      Verifikasi
7.      Dokumentasi

Sebelum menerapkan HACCP untuk setiap sektor rantai pangan, sektor tersebut harus telah menerapkan Prinsip Umum Higiene Pangan dari Codex, Pedoman Praktis dari Codex yang sesuai, serta peraturan keamanan pangan terkait, Tanggung jawab manajemen adalah penting untuk menerapkan sistem HACCP yang efektif. Selama melaksanakan identifikasi bahaya, penilaian dan pelaksanaan selanjutnya dalam merancang dan menerapkan sistem HACCP, harus dipertimbangkan dampak dan bahan baku, bahan tambahan, cara pembuatan pangan yang baik, peran proses pengolahan dalam mengendalikan bahaya, penggunaan yang mungkin dari produk akhir, katagori konsumen yang berkepentingan dan bukti-bukti epidemis yang berkaitan dengan keamanan pangan. Maksud dari sistem HACCP adalah untuk memfokuskan pada Titik Kendali Kritis (CCPs). 
Perancangan kembali operasi harus dipertimbangkan jika terdapat bahaya yang harus dikendalikan, tetapi tidak ditemukan TKK (CCPs). HACCP harus diterapkan terpisah untuk setiap operasi tertentu. TKK vang diidetitifikasi pada setiap contoh yang diberikan dalam setiap Pedoman praktek Higiene dari Codex mungkin bukan satu-satunya yang diidentifikasi untuk suatu penerapan yang spesifik atau mungkin berbeda jenisnya. Penerapan HACCP harus ditinjau kembali dan dibuat perubahan yang diperlukan jika dilakukan modifikasi dalam produk, proses atau tahapannya. Penerapan HACCP perlu dilaksanakan secara fleksibel, dimana perubahan yang tepat disesuaikan dengan memperhitungkan sifat dan ukuran dari operasi.





            

Tidak ada komentar: